| | | | |
| Saturday, 05 January 2008 | |
| Porong - Surya, Jebolnya tanggul di Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin, Kamis (3/1) malam semakin menambah deretan jumlah korban dampak lumpur. Lambannya penanganan terhadap para korban menyebabkan mereka kebingungan harus mengungsi ke mana. Satu keluarga yang tinggal di jalan Flamboyan, RT 03/RW 02 Kelurahan Siring bagian barat, Kecamatan Porong baru mengevakuasi barang-barangnya untuk dibawa ke Pasar Porong Baru (PPB) setelah lurah melalui ketua RT dan RW memerintahkan warga mengungsi ke sana. “Semalam kami kebingungan, harus ke mana. Kami tidak tahu,” ujar seorang ibu rumah tangga. Dia mengaku, air melimpah ke Jalan Raya Porong mulai pukul 22.00. Karena itu, warga secara bergotong royong membangun tanggul dari tanah liat untuk menutup mulut gang. Harapannya, air tidak bisa masuk ke permukiman. Ternyata air malah mengalir deras ke permukiman setelah tembok sebuah pabrik di pinggir jalan raya jebol, karena tak kuat menahan tekanan air. “Pukul 23.00 air di rumah saya sudah sedada. Banyak warga yang tak sempat menyelamatkan barang-barangnya. Sebagian besar saat itu sudah tidur,” tutur seorang pria yang berjaga-jaga di mulut gang. Warga yang kebingungan kemudian mengungsi masuk ke pabrik baja yang berada di dekat permukiman. Hingga Jumat (4/1) sekitar pukul 12.00, beberapa warga masih bertahan di halaman pabrik baja tersebut. Kebingungan juga melanda warga di Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin. “Kami masih menunggu angkutan, tapi kami tidak tahu mau ke mana, “ kata Isbari, salah satu warga Desa Kalitengah yang tampak panik dipinggir Jalan Raya Ketapang. Barang-barang Isbari dan milik warga lainnya ditumpuk begitu saja di sebuah gubuk pinggir jalan. Kondisi siang kemarin yang juga terus menerus hujan membuat ia dan warga lainnya tambah pusing. “Kami sudah berada di sini sejak pukul 23.00 kemarin, kami masih bingung mau tinggal di mana,” katanya. Sementara itu Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial (Kadiskessos) Pemkab Sidoarjo Muslikh Yasin, menjelaskan pihaknya sudah menyiapkan tempat penampungan sementara bila korban lumpur akan mengungsi. Dua tempat yang disiapkan adalah tempat penampungan Pasar Porong Baru (PPB) di lapangan tenis indoor kompleks GOR Sidoarjo. Selain menyiapkan tempat mengungsi, pihaknya juga menyiapkan fasilitas lainnya yang diperlukan warga seperti pengobatan dan nasi bungkus. “Kami menyiapkan 3.000 nasi bungkus tiap hari,” kata Muslikh Yasin yang baru dilantik menjadi Kadiskessos menggantikan Hisjam Rosyidi. Data terakhir pemukiman warga yang terendam adalah RT 2, 3, 4 dan 5 RW 02 Desa Ketapang Kecamatan Tanggulangin. Sebanyak 43 KK atau 135 jiwa mengungsi di penampungan PBP. Sementara warga lainnya memilih mengungsi di rumah-rumah kerabatnya. Jebolnya tanggul ini juga meresahkan warga lainnya, seperti warga Desa Gempolsari, dan sebagian Desa Kalitengah, warga yang berada di sisi Utara Suangai Ketapang ini resah karena luapan air di Sungai Ketapang yang terus bertambah. Walyadin Kades Desa Gempolsari Kec. Tanggulangin mengatakan warga sejak malam sudah siaga jika sewaktu-waktu air Sungai ketapang meluap. “Kami sejak malam kemarin sudah berjaga-jaga, dan warga sudah siap jika harus mengungsi,” ujarnya. iit |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar